PENGANTAR PENYEHATAN MAKANAN DAN MINUMAN
Sebagai mahluk ciptaan Tuhan, manusia tidak akan
lepas dari makanan. Setiap hari bahkan setiap saat, makanan senantiasa tampil
sebagai menu utama. Rasanya tidak afdhal jika kita bekerja atau bercakap-cakap
tanpa ditemani makanan atau cemilan.
Makanan
merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi kehidupan manusia. Menurut
Notoatmodjo (2003) ada empat fungsi pokok makanan bagi kehidupan manusia :
- Memelihara
proses tubuh dalam pertumbuhan/perkembangan serta mengganti jaringan tubuh
yang rusak.
- Memperoleh
energi guna melakukan aktivitas sehari-hari,
- Mengatur
metabolisme dan mengatur berbagai keseimbangan air, mineral dan cairan
tubuh yang lain,
- Berperan
di dalam mekanisme pertahanan tubuh terhadap berbagai penyakit.
Agar makanan berfungsi
sebagaimana mestinya, kualitas makanan harus diperhatikan. Kualitas tersebut
mencakup ketersediaan zat-zat (gizi) yang dibutuhkan dalam makanan dan
pencegahan terjadinya kontaminasi makanan dengan zat-zat yang dapat
mengakibatkan gangguan kesehatan.
Makanan adalah sumber energi
satu-satunya bagi manusia. Karena jumlah penduduk yang terus berkembang, maka
jumlah produksi makananpun harus terus bertambah untuk mencukupi jumlah
penduduk, apabila kecukupan pangan harus terus tercapai. Permasalahan yang timbul kemudian dapat disebabkan karena
kualitas maupun kuantitas bahan pangan, hal ini tidak boleh terjadi karena
tujuan manusia makan adalah untuk mendapatkan energi agar tetap dapat bertahan
hidup, dan tidak menjadi sakit karenanya. Dengan demikian sanitasi makanan
menjadi sangat penting.
Pangan
merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang penting. Semakin maju suatu
bangsa, tuntutan dan perhatian terhadap kualitas pangan yang akan dikonsumsi
semakin besar. Tujuan
mengkonsumsi pangan bukan lagi sekedar mengatasi rasa lapar, tetapi semakin
kompleks. Konsumen semakin sadar bahwa pangan merupakan sumber utama pemenuhan
kebutuhan zat-zat gizi seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral
untuk menjaga kesehatan tubuh. Selain itu, dewasa ini konsumen juga lebih
selektif untuk menentukan jenis makanan yang akan dikonsumsi. Salah satu
pertimbangan yang digunakan sebagai dasar pemilhan adalah faktor keamanan
makanan.
HIPERTENSI DAN PENANGGULANGANNYA
A.
Keluhan dan Gejala Penyakit
Hipertensi sering disebut sebagai silent
killer karena seringkali tidak
memiliki gejala.
Biasanya penderita tidak menyadari dan tidak merasakan suatu gangguan atau
gejala. Hal ini yang sering menyebabkan resiko kematian karena hipertensi
semakin besar. Tetapi seseorang yang mengalami hipertensi biasanya akan mengalami
hal-hal sebagai berikut:
1.
Sakit kepala
2.
Penglihatan kabur
3.
Pusing
4.
Mual dan muntah
5.
Nyeri dada (angina) dan sesak nafas (Emedicinehealth, 2011)
B.
Pemeriksaan Penunjang Diagnostik
Tekanan darah diukur dengan
manset lengan karet dan alat pengukur tekanan (Spegnomanometer). Diukur tekanan
darah sistolik (saat jantung berdebar) dan tekanan darah diastolik (tekanan
saat jantung beristirahat antar ketukan).
Pengukuran tekanan
darah di bagi ke dalam empat
kategori umumyaitu :
1.
Tekanan darah normal jika di bawah 120/80 mm Hg.
2.
Prehipertensi adalah tekanan sistolik berkisar 120-139
mm Hg atau tekanan diastolik berkisar 80-89 mm Hg. Prehipertensi cenderung
bertambah buruk dari waktu ke waktu.
3.
Tahap 1 hipertensi adalah tekanan sistolik berkisar
140-159 mm Hg atau tekanan diastolik berkisar 90-99 mm Hg.
4.
tahap 2 hipertensi adalah tekanan sistolik 160 mm Hg
atau lebih tinggi atau tekanan diastolik 100 mm Hg atau lebih tinggi.
Jika seseorang memiliki jenis
tekanan darah tinggi, maka akan
direkomendasikan
melakukan tes, seperti tes urin, tes
darah dan elektrokardiogram atau EKG (sebuah tes yang mengukur aktivitas
listrik jantung). Dokter juga mungkin akan merekomendasikan tes tambahan,
seperti tes kolesterol, untuk memeriksa tanda-tanda lebih dari penyakit
jantung. (mayo clinic, 2011)
C.
Faktor-faktor Risiko
1.
Umur.
Resiko tekanan darah
tinggi meningkat seiring usia. Usia awal
pertengahan dewasa sekitar 20-44 tahun,
tekanan darah tinggi lebih sering terjadi pada pria. Perempuan lebih mungkin
untuk mengalami tekanan darah tinggi setelah menopause.
2.
Ras.
Tekanan darah tinggi
sangat umum di kalangan kulit hitam, seringkali berkembang pada usia lebih dini
daripada orang berkulit
putih. Komplikasi serius, seperti stroke dan serangan jantung, juga
lebih sering terjadi pada orang kulit hitam.
3.
Kelebihan berat badan atau obesitas.
Semakin berat tubuh
seseorang maka darah juga harus semakin banyak menyediakan oksigen dan nutrisi
untuk jaringan, akibatnya volume darah yang beredar melalui pembuluh darah
meningkat, sehingga terjadi tekanan pada dinding arteri.
4.
Tidak aktif secara fisik.
Orang yang tidak aktif
cenderung memiliki detak jantung yang lebih tinggi. Semakin tinggi detak
jantung, semakin keras jantung harus bekerja dalam setiap kontraksi dan semakin
kuat pula gaya pada arteri. Kurangnya aktivitas fisik juga meningkatkan
risiko kelebihan berat badan.
5.
Menggunakan tembakau atau merokok.
Merokok atau mengunyah
tembakau tidak hanya akan segera menaikkan tekanan darah sementara, namun bahan
kimia dalam tembakau dapat merusak lapisan dinding arteri. Hal ini akan
mempersempit arteri dan meningkatkan tekanan darah.
6.
Terlalu sedikit kalium dalam diet.
Kalium membantu
menyeimbangkan jumlah sodium dalam sel. Jika sel tidak mendapatkan cukup
kalium maka akan terjadi penumpukan natrium yang terlalu banyak di dalam darah.
7.
Terlalu sedikit vitamin D dalam diet.
Vitamin D dapat
mempengaruhi enzim yang diproduksi oleh ginjal yang mempengaruhi tekanan darah.
8.
Riwayat keluarga.
9.
Minum terlalu banyak alkohol.
10.
Terlalu banyak garam (natrium) dalam diet.
11.
Stres.
12.
Kondisi kronis tertentu.
Kondisi kronis
tertentu juga dapat meningkatkan resiko tekanan darah tinggi, termasuk
kolesterol tinggi, diabetes, penyakit ginjal dan apnea tidur.
Kadang-kadang kehamilan
memberikan kontribusi terhadap
terjadinya tekanan darah tinggi.Meskipun tekanan darah tinggi paling umum pada
orang dewasa, anak-anak kemungkinan beresiko terkena hipertensi. Bagi beberapa anak, tekanan darah tinggi
disebabkan oleh masalah dengan ginjal atau jantung. Tetapi saat ini banyak
anak-anak yang mempunyai kebiasaan gaya hidup yang buruk, seperti diet yang tidak sehat dan kurang
olahraga, sehingga hal tersebut
akan menyebabkan timbulnya tekanan darah tinggi (Mayo Clinic, 2011).
D.
Cara Pencegahan
1.
Olahraga teratur seperti jalan cepat, berenang,
bersepeda dan jogging minimal 20-30 menit setiap hari. Dikombinasikan dengan
diet, sehat kalori terkontrol, sehingga dapat membantu menurunkan berat badan,
yang pada gilirannya memiliki efek menguntungkan pada kondisi kita. Latihan
mengurangi tingkat tekanan darah selama
hampir 24 jam.
2.
Berhenti merokok. Merokok tidak secara langsung
menyebabkan hipertensi. Namun, kerusakan yang dihasilkan karena merokok
menyebabkan sistem kardiovaskular terganggu sehingga meningkatkan faktor risiko
hipertensi dan penyakit jantung lainnya.
3.
Luangkan waktu setiap hari untuk rileks yaitu bisa
dengan cara menonton film, mendengarkan jenis musik tertentu, bertamasya ke
suatu tempat yang indah dan lain-lain. Bersantai memiliki efek menguntungkan
langsung pada kondisi kita.
4.
Mengkonsumsi makanan sehat
Makanan yang dikonsumsi harus memenuhi gizi
seimbang sepert, kacang-kacangan merupakan sumber asam lemak esensial yang
menghasilkan hormon seperti zat yang disebut prostaglandin yang dapat
memperluas pembuluh darah dan arteri. Makanan kaya vitamin B, seperti biji-bijian,
sayuran hijau dan telur, membantu membangun ketahanan terhadap stres.
Tidak ada obat untuk penyakit hipertensi, tetapi ada suatu upaya untuk mengendalikan
hiprtensi agar tidak parah yaitudengan manajemen diri. Cara terbaik untuk mengelolahipertensi misalnya dengan mengikuti gaya hidup pencegahan.
(Steve Madler, 2011).
LINGKUNGAN DAN
KESEHATAN
Kemampuan
manusia untuk mengubah atau memoditifikasi kualitas. Sebaliknya, masyarakat
yang sudah maju sosial budayanya dapat
mengubah lingkungan hidup sampai taraf yang irreversible. Prilaku masyarakat
ini menentukan gaya hidup tersendiri yang akan menciptakan lingkungan yang
sesuai dengan yang diinginkannya mengakibatkan timbulnya penyakit juga sesuai
dengan prilakunya tadi. Dengan demikian eratlah hubungan antara kesehatan
dengan sumber daya sosial ekonomi. WHO menyatakan “Kesehatan adalah suatu keadaan sehat yang utuh secara
fisik, mental dan sosial serta bukan hanya merupakan bebas dari penyakit”. Dalam Undang Undang No. 9 Tahun 1960 tentang
Pokok-Pokok Kesehatan. Dalam Bab 1, Pasal 2 dinyatakan bahwa “Kesehatan adalah
meliputi kesehatan badan (somatik), rohani (jiwa) dan sosial dan bukan hanya
deadaan yang bebas dari penyakit, cacat dan kelemahan”. Definisi ini memberi arti yang sangat luas
pada kata kesehatan.
Masyarakat
adalah terdiri dari individu-individu manusia yang merupakan makhluk biologis
dan makhluk sosial didalam suatu
lingkungan hidup (biosfir). Sehingga untuk memahami masyarakat perlu
mempelajari kehidupan biologis bentuk interaksi sosial dan lingkungan hidup.
Dengan
demikian permasalahan kesehatan masyarakat merupakan hal yang kompleks dan
usaha pemecahan masalah kesehatan masyarakat merupakan upaya menghilangkan
penyebab-penyebab secara rasional, sistematis dan berkelanjutan.
Pada
pelaksanan analisis dampak lingkungan maka kaitan antara lingkungan dengan
kesehatan dapat dikaji secara terpadu artinya bagaimana pertimbangan kesehatan
masyarakat dapat dipadukan kedalam analisis lingkungan untuk kebijakan
dalamlingkungannya tergantung sekali pada taraf
sosial budayanya. Masyarakat yang masih primitif hanya mampu membuka
hutan secukupnya untuk memberi perlindungan pada masyarakat. pelaksnaan
pembangunan yang berwawasan lingkungan. Manusia berinteraksi dengan lingkungan
hidupnya lebih baik, walaupun aktivitas manusia membuat rona lingkungan menjadi
rusak.
Hal
ini tidak dapat disangkal lagi kualitas lingkungan pasti mempengaruhi status
kesehatan masyarakat. Dari studi tentang kesehatan lingkungan tersirat
informasi bahwa status kesehatan seseorang
dipengaruhi oleh faktor hereditas, nutrisi, pelayanan kesehatan,
perilaku dan lengkungan.
Menurut
paragdima Blum tentang kesehatan dari lima faktor itu lingkungan mempunyai
pengaruh dominan. Faktor lingkungan yang mempengaruhi status kesehatan
seseorang itu dapat berasal dari lingkungan pemukiman, lingkungan sosial, lingkungan
rekreasi, lingkungan kerja.
Keadaan kesehatan
lingkungan di Indonesia masih merupakan hal yang perlu mendapaat perhatian,
karena menyebabkan status kesehatan masyarakat berubah seperti:
Peledakan penduduk,
penyediaan air bersih, pengolalaan sampah, pembuangan air limbah penggunaan
pestisida, masalah gizi, masalah pemukiman, pelayanan kesehatan, ketersediaan
obat, populasi udara, abrasi pantai,
penggundulan hutan dan banyak lagi permasalahan yang dapat menimbulkan satu
model penyakit. Jumlah penduduk yang
sangat besar 19.000 juta harus benar-benar ditangani.






0 komentar:
Posting Komentar