Senin, 18 November 2013

Kesehatan Umum

PENGANTAR PENYEHATAN MAKANAN DAN MINUMAN

Sebagai mahluk ciptaan Tuhan, manusia tidak akan lepas dari makanan. Setiap hari bahkan setiap saat, makanan senantiasa tampil sebagai menu utama. Rasanya tidak afdhal jika kita bekerja atau bercakap-cakap tanpa ditemani makanan atau cemilan.   
Makanan merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi kehidupan manusia. Menurut Notoatmodjo (2003) ada empat fungsi pokok makanan bagi kehidupan manusia :
  1. Memelihara proses tubuh dalam pertumbuhan/perkembangan serta mengganti jaringan tubuh yang rusak.
  2. Memperoleh energi guna melakukan aktivitas sehari-hari,
  3. Mengatur metabolisme dan mengatur berbagai keseimbangan air, mineral dan cairan tubuh yang lain,
  4. Berperan di dalam mekanisme pertahanan tubuh terhadap berbagai penyakit.
Agar makanan berfungsi sebagaimana mestinya, kualitas makanan harus diperhatikan. Kualitas tersebut mencakup ketersediaan zat-zat (gizi) yang dibutuhkan dalam makanan dan pencegahan terjadinya kontaminasi makanan dengan zat-zat yang dapat mengakibatkan gangguan kesehatan.
Makanan adalah sumber energi satu-satunya bagi manusia. Karena jumlah penduduk yang terus berkembang, maka jumlah produksi makananpun harus terus bertambah untuk mencukupi jumlah penduduk, apabila kecukupan pangan harus terus tercapai. Permasalahan  yang timbul kemudian dapat disebabkan karena kualitas maupun kuantitas bahan pangan, hal ini tidak boleh terjadi karena tujuan manusia makan adalah untuk mendapatkan energi agar tetap dapat bertahan hidup, dan tidak menjadi sakit karenanya. Dengan demikian sanitasi makanan menjadi sangat penting. 
    Pangan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang penting. Semakin maju suatu bangsa, tuntutan dan perhatian terhadap kualitas pangan yang akan dikonsumsi semakin besar. Tujuan mengkonsumsi pangan bukan lagi sekedar mengatasi rasa lapar, tetapi semakin kompleks. Konsumen semakin sadar bahwa pangan merupakan sumber utama pemenuhan kebutuhan zat-zat gizi seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral untuk menjaga kesehatan tubuh. Selain itu, dewasa ini konsumen juga lebih selektif untuk menentukan jenis makanan yang akan dikonsumsi. Salah satu pertimbangan yang digunakan sebagai dasar pemilhan adalah faktor keamanan makanan.


      Keamanan pangan menjadi prasarat bagi industri pangan dalam persaingan global. Tanpa adanya kepastian keamanan bagi produk pangan yang dihasilkannya, industri tersebut tidak akan dapat masuk dalam pasar internasional. 

HIPERTENSI DAN PENANGGULANGANNYA

A.      Keluhan dan Gejala Penyakit
Hipertensi sering disebut sebagai silent killer karena seringkali tidak memiliki gejala. Biasanya penderita tidak menyadari dan tidak merasakan suatu gangguan atau gejala. Hal ini yang sering menyebabkan resiko kematian karena hipertensi semakin besar. Tetapi seseorang yang mengalami hipertensi biasanya akan mengalami hal-hal sebagai berikut:
1.    Sakit kepala
2.    Penglihatan kabur
3.    Pusing
4.    Mual dan muntah
5.    Nyeri dada (angina) dan sesak nafas (Emedicinehealth, 2011)
B.       Pemeriksaan Penunjang Diagnostik
     Tekanan darah diukur dengan manset lengan karet dan alat pengukur tekanan (Spegnomanometer). Diukur tekanan darah sistolik (saat jantung berdebar) dan tekanan darah diastolik (tekanan saat jantung beristirahat antar ketukan).
Pengukuran tekanan darah di bagi ke dalam empat kategori umumyaitu :
1.    Tekanan darah normal jika di bawah 120/80 mm Hg.
2.    Prehipertensi adalah tekanan sistolik berkisar 120-139 mm Hg atau tekanan diastolik berkisar 80-89 mm Hg. Prehipertensi cenderung bertambah buruk dari waktu ke waktu.
3.    Tahap 1 hipertensi adalah tekanan sistolik berkisar 140-159 mm Hg atau tekanan diastolik berkisar 90-99 mm Hg.
4.    tahap 2 hipertensi adalah tekanan sistolik 160 mm Hg atau lebih tinggi atau tekanan diastolik 100 mm Hg atau lebih tinggi.
     Jika seseorang memiliki jenis tekanan darah tinggi,  maka akan direkomendasikan melakukan tes, seperti tes urin, tes darah dan elektrokardiogram atau EKG (sebuah tes yang mengukur aktivitas listrik jantung). Dokter juga mungkin akan merekomendasikan tes tambahan, seperti tes kolesterol, untuk memeriksa tanda-tanda lebih dari penyakit jantung. (mayo clinic, 2011)
C.       Faktor-faktor Risiko
1.         Umur. 
Resiko tekanan darah tinggi meningkat seiring usia. Usia  awal pertengahan  dewasa sekitar 20-44 tahun, tekanan darah tinggi lebih sering terjadi pada pria. Perempuan lebih mungkin untuk mengalami tekanan darah tinggi setelah menopause.
2.         Ras.
Tekanan darah tinggi sangat umum di kalangan kulit hitam, seringkali berkembang pada usia lebih dini daripada orang berkulit  putih. Komplikasi serius, seperti stroke dan serangan jantung, juga lebih sering terjadi pada orang kulit hitam.
3.         Kelebihan berat badan atau obesitas. 
Semakin berat tubuh seseorang maka darah juga harus semakin banyak menyediakan oksigen dan nutrisi untuk jaringan, akibatnya volume darah yang beredar melalui pembuluh darah meningkat, sehingga terjadi tekanan pada dinding arteri.
4.         Tidak aktif secara fisik. 
Orang yang tidak aktif cenderung memiliki detak jantung yang lebih tinggi. Semakin tinggi detak jantung, semakin keras jantung harus bekerja dalam setiap kontraksi dan semakin kuat pula gaya pada arteri. Kurangnya aktivitas fisik juga meningkatkan risiko kelebihan berat badan.
5.         Menggunakan tembakau atau merokok. 
Merokok atau mengunyah tembakau tidak hanya akan segera menaikkan tekanan darah sementara, namun bahan kimia dalam tembakau dapat merusak lapisan dinding arteri. Hal ini akan mempersempit arteri dan meningkatkan tekanan darah. 

6.         Terlalu sedikit kalium dalam diet. 
Kalium membantu menyeimbangkan jumlah sodium dalam sel. Jika sel tidak mendapatkan cukup kalium maka akan terjadi penumpukan natrium yang terlalu banyak  di dalam darah.
7.         Terlalu sedikit vitamin D dalam diet. 
Vitamin D dapat mempengaruhi enzim yang diproduksi oleh ginjal yang mempengaruhi tekanan darah.
8.         Riwayat keluarga.
9.         Minum terlalu banyak alkohol. 
10.     Terlalu banyak garam (natrium) dalam diet.
11.     Stres. 
12.     Kondisi kronis tertentu. 
Kondisi kronis tertentu juga dapat meningkatkan resiko tekanan darah tinggi, termasuk kolesterol tinggi, diabetes, penyakit ginjal dan apnea tidur.
     Kadang-kadang kehamilan memberikan kontribusi terhadap terjadinya tekanan darah tinggi.Meskipun tekanan darah tinggi paling umum pada orang dewasa, anak-anak kemungkinan beresiko terkena hipertensi. Bagi beberapa anak, tekanan darah tinggi disebabkan oleh masalah dengan ginjal atau jantung. Tetapi saat ini banyak anak-anak yang mempunyai kebiasaan gaya hidup yang buruk, seperti diet yang tidak sehat dan kurang olahraga, sehingga hal tersebut akan menyebabkan timbulnya tekanan darah tinggi (Mayo Clinic, 2011).

D.      Cara Pencegahan
1.         Olahraga teratur seperti jalan cepat, berenang, bersepeda dan jogging minimal 20-30 menit setiap hari. Dikombinasikan dengan diet, sehat kalori terkontrol, sehingga dapat membantu menurunkan berat badan, yang pada gilirannya memiliki efek menguntungkan pada kondisi kita. Latihan mengurangi tingkat tekanan darah  selama hampir 24 jam.
2.         Berhenti merokok. Merokok tidak secara langsung menyebabkan hipertensi. Namun, kerusakan yang dihasilkan karena merokok menyebabkan sistem kardiovaskular terganggu sehingga meningkatkan faktor risiko hipertensi dan penyakit jantung lainnya. 
3.         Luangkan waktu setiap hari untuk rileks yaitu bisa dengan cara menonton film, mendengarkan jenis musik tertentu, bertamasya ke suatu tempat yang indah dan lain-lain. Bersantai memiliki efek menguntungkan langsung pada kondisi kita.
4.         Mengkonsumsi makanan sehat 
Makanan yang dikonsumsi harus memenuhi gizi seimbang sepert, kacang-kacangan merupakan sumber asam lemak esensial yang menghasilkan hormon seperti zat yang disebut prostaglandin yang dapat memperluas pembuluh darah dan arteri. Makanan kaya vitamin B, seperti biji-bijian, sayuran hijau dan telur, membantu membangun ketahanan terhadap stres.
Tidak ada obat untuk penyakit hipertensi, tetapi ada suatu upaya untuk mengendalikan hiprtensi agar tidak parah yaitudengan manajemen diri. Cara terbaik untuk mengelolahipertensi misalnya dengan mengikuti gaya hidup pencegahan. (Steve Madler, 2011).


 LINGKUNGAN DAN KESEHATAN

            
Kemampuan manusia untuk mengubah atau memoditifikasi kualitas. Sebaliknya, masyarakat yang sudah  maju sosial budayanya dapat mengubah lingkungan hidup sampai taraf yang irreversible. Prilaku masyarakat ini menentukan gaya hidup tersendiri yang akan menciptakan lingkungan yang sesuai dengan yang diinginkannya mengakibatkan timbulnya penyakit juga sesuai dengan prilakunya tadi. Dengan demikian eratlah hubungan antara kesehatan dengan sumber daya sosial ekonomi. WHO menyatakan “Kesehatan  adalah suatu keadaan sehat yang utuh secara fisik, mental dan sosial serta bukan hanya merupakan bebas dari penyakit”.  Dalam Undang Undang No. 9 Tahun 1960 tentang Pokok-Pokok Kesehatan. Dalam Bab 1, Pasal 2 dinyatakan bahwa “Kesehatan adalah meliputi kesehatan badan (somatik), rohani (jiwa) dan sosial dan bukan hanya deadaan yang bebas dari penyakit, cacat dan kelemahan”.  Definisi ini memberi arti yang sangat luas pada kata kesehatan.
            Masyarakat adalah terdiri dari individu-individu manusia yang merupakan makhluk biologis dan makhluk sosial didalam suatu  lingkungan hidup (biosfir). Sehingga untuk memahami masyarakat perlu mempelajari kehidupan biologis bentuk interaksi sosial dan lingkungan hidup.
            Dengan demikian permasalahan kesehatan masyarakat merupakan hal yang kompleks dan usaha pemecahan masalah kesehatan masyarakat merupakan upaya menghilangkan penyebab-penyebab secara rasional, sistematis dan berkelanjutan.
            Pada pelaksanan analisis dampak lingkungan maka kaitan antara lingkungan dengan kesehatan dapat dikaji secara terpadu artinya bagaimana pertimbangan kesehatan masyarakat dapat dipadukan kedalam analisis lingkungan untuk kebijakan dalamlingkungannya tergantung sekali pada taraf  sosial budayanya. Masyarakat yang masih primitif hanya mampu membuka hutan secukupnya untuk memberi perlindungan pada masyarakat. pelaksnaan pembangunan yang berwawasan lingkungan. Manusia berinteraksi dengan lingkungan hidupnya lebih baik, walaupun aktivitas manusia membuat rona lingkungan menjadi rusak.
            Hal ini tidak dapat disangkal lagi kualitas lingkungan pasti mempengaruhi status kesehatan masyarakat. Dari studi tentang kesehatan lingkungan tersirat informasi bahwa status kesehatan seseorang  dipengaruhi oleh faktor hereditas, nutrisi, pelayanan kesehatan, perilaku dan lengkungan.
            Menurut paragdima Blum tentang kesehatan dari lima faktor itu lingkungan mempunyai pengaruh dominan. Faktor lingkungan yang mempengaruhi status kesehatan seseorang itu dapat berasal dari lingkungan pemukiman, lingkungan sosial, lingkungan rekreasi, lingkungan kerja.
Keadaan kesehatan lingkungan di Indonesia masih merupakan hal yang perlu mendapaat perhatian, karena menyebabkan status kesehatan masyarakat berubah seperti:
Peledakan penduduk, penyediaan air bersih, pengolalaan sampah, pembuangan air limbah penggunaan pestisida, masalah gizi, masalah pemukiman, pelayanan kesehatan, ketersediaan obat, populasi  udara, abrasi pantai, penggundulan hutan dan banyak lagi permasalahan yang dapat menimbulkan satu model penyakit.  Jumlah penduduk yang sangat besar 19.000 juta harus benar-benar ditangani. 



0 komentar:

Posting Komentar